Jumat, 27 November 2009

Pengolahan Limbah Cair Tekstil secara Elektrokoagulasi.

Bahan Lomba......



Judul Percobaan:
Pengolahan Limbah Cair Tekstil secara Elektrokoagulasi.

Tujuan Percobaan:
Percobaan ini bertujuan untuk mengolah limbah cair tekstil secara elektrokoagulasi

Dasar Teori:

Pendahuluan
Kebutuhan akan berpakaian merupakan kebutuhan mendasar yang sangat diperlukan sejak manusia pertama diciptakan. Seiring dengan perkembangan kebudayaan manusia, budaya pakaian dimulai dari pemakaian kulit binatang sampai akhirnya beralih menuju pemakaian tekstil.
Dengan berkembangnya industri tekstil, selain memberikan dampak positif bagi masyarakat juga menimbulkan dampak negatif berupa kerusakan pada lingkungan jika dibiarkan begitu saja tanpa ada pemecahan masalah.
Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan industri tekstil ini adalah dengan dihasilkannya limbah cair dengan kandungan zat yang dapat menyebabkan polusi air, termasuk di dalamnya adalah zat warna yang cukup tinggi. Kandungan zat warna yang cukup tinggi dalam limbah ini berasal dari zat pewarna reaktif untuk pewarnaan kain katun yang tidak mudah melekat di kain dan banyak terbuang sebagai limbah.
Untuk mengatasi permasalahan di atas, perlu dilakukan pengolahan terhadap limbah tersebut sebelum dibuang ke lingkungan sehingga tidak lagi menjadi racun bagi alam. Pada umumnya, pengolahan air limbah dilakukan secara kimia, fisika, dan biologi. Pengolahan secara kimia dan fisika berupa proses koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi. Sedangkan secara biologi, dengan memanfaatkan metode lumpur aktif. Pada proses koagulasi bahan kimia yang sering digunakan pada umumnya adalah senyawa ferro sulfat, ferri klorida, dan alum. Sedangkan pada proses flokulasi digunakan polimer sintetik seperti polielektrolit kationik, polielektrolit anionik, dan polielektrolit nonionik. Polimer-polimer sintetik tersebut sulit dibiodegradasi oleh mikroorganisme.

Prinsip kerja
Prinsip dasar dari elektrokoagulasi adalah reaksi reduksi dan oksidasi (redoks). Dalam suatu sel elektrokoagulasi, peristiwa oksidasi terjadi di elektroda yaitu anoda (+), sedangkan reduksi terjadi di elektroda yaitu katoda (-). Yang terlibat dalam reaksi elektrokoagulasi selain elektroda yaitu air yang diolah, yang berfungsi sebagai larutan elektrolit.
Apabila dalam suatu elektrolit ditempatkan dua elektroda dan dialiri arus listrik searah, maka akan terjadi peristiwa elektrokimia yaitu gejala dekomposisi elektrolit, dimana ion positif (kation) bergerak ke katoda dan menerima elektron yang direduksi dan ion negatif (anion) bergerak ke anoda dan menyerahkan elektron yang dioksidasi.
Untuk proses elektrokoagulasi digunakan elektroda yang dibuat dari aluminium (Al), karena logam ini mempunyai sifat, sebagai koagulan yang baik. Reaksi kimia yang terjadi sebagai berikut:
Rangkaian Alat

2 komentar:

  1. nice article..
    kimia itu termasuk pelajaran yang susah di mengerti buat saya

    BalasHapus