Sabtu, 21 Februari 2009

Cara Membuat Pupuk Cair Organik














Bahan dan Alat:

1 liter bakteri
5 kg hijau-hijauan/daun-daun segar (bukan sisa dan jangan menggunakan daun dari pohon yang bergetah berbahaya seperti karet, pinus, damar, nimba, dan yang sulit lapuk seperti jato, bambu, dan lain-lainnya)
0,5 kg terasi dicairkan dengan air secukupnya
1 kg gula pasir/merah/tetes tebu (pilih salah satu) dan dicairkan dengan air
30 kg kotoran hewan
Air secukupnya
Ember/gentong/drum yang dapat ditutup rapat
Cara Pembuatan:

Kotoran hewan dan daun-daun hijau dimasukkan ke dalam ember.
Cairan gula dan terasi dimasukkan ke dalam ember.
Larutkan bakteri ke dalam air dan dimasukkan ke dalam drum, kemudian ditutup rapat.
Setelah 8-10 hari, pembiakan bakteri sudah selesai dan drum sudah dapat dibuka.
Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol) untuk disimpan/digunakan.
Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan sekitar 1 sampai 2 liter, tambahkan air, terasi, dan gula dengan perbandingan yang sama. Setelah 8-10 hari kemudian bakteri sudah berkembang biak lagi dan siap digunakan. Demikian seterusnya.
Kegunaan:

Mempercepat pengomposan dari 3-4 bulan menjadi 30-40 hari.
Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot, apabila tanah sudah diberi kompos (subur), tetapi apabila tanah kurang subur/tandus, penggunaan langsung sebagai pupuk tidak dianjurkan.
Pupuk cair (larutan bakteri) ini tidak diperbolehkan untuk dicampur dengan bakteri lain, terutama bahan kimia atau bahan untuk pestisida lainnya seperti tembakau.

sumber: http://petanidesa.wordpress.com/2007/02/03/cara-membuat-pupuk-cair-organik/
(gigih -frank- )

Dukung juga: Kontes SEO Bertuah

Abad 21, Satu Miliar Meninggal Akibat Rokok

NEW YORK, KAMIS - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sebuah laporannya, Kamis (7/2), memperkirakan sekitar 1 miliar orang di seluruh dunia akan meninggal akibat rokok pada abad 21 jika pemerintah dan warga sipil tidak segera bertindak mengatasi epidemik penggunaan tembakau.

“Seratus juta kematian tercatat akibat tembakau pada abad ke 20 lalu. Jika tren ini terus berlanjut, akan ada kenaikan hingga satu miliar kematian pada abad ke-21. Bila tidak dikendalikan, kematian yang berkaitan dengan tembakau akan meningkat lebih dari delapan juta per tahunnya pada 2030, dan 80 persen dari kematian tersebut akan terjadi di negara-negara berkembang,” ungkap laporan yang disampaikan Director General WHO, Margaret Chan, dalam jumpa pers bersama dengan Walikota New York, Michael Bloomberg.

Angka tersebut merupakan hasil sebuah studi yang mengungkapkan data-data penting penggunaan serta kontrol tembakau di negera-negara yang mewakili lebih dari 99 persen populasi dunia. Riset juga merekomendasikan perlunya penerapan enam strategi berlapis untuk memerangi epidemik tersebut.

Enam strategi ini adalah memantau penggunaan tembakau dan kebijakan pencegahannya, melindungi masyarakat dari rokok, menawarkan bantuan untuk berhenti menggunakan tembakau, memperingati akan bahaya tembakau, menerapkan larangan bagi promosi dan iklan produk tembakau, serta menaikkan pajak produk tembakau

“Selagi upaya memerangi tembakau mendapatkan momentumnya, secara virtual seluruh negara harus lebih berperan. Ada enam strategi yang dapat diterapkan setiap negara dan ketika dikombinasikan menjadi seuatu paket, maka semua itu akan memberi kita kesempatan terbaik untuk membalikkan epidemik yang berkembang ini,” ungkap Chan.

Laporan WHO juga mencatat bahwa penggunaan tembakau telah berkembang dengan sangat cepat di negara-negara berpendapatan rendah. Dengan pertumbuhan populasi tetap, negara-negara ini menjadi sasaran industri tembakau, sehingga jutaan orang setiap tahunnya menjadi pecandu. Dikatakan pula dalam laporan itu, hampir dua pertiga dari perokok di dunia tinggal di 10 negara : yakni China ( 30 persen), India (10 persen), Indonesia, Rusia, Amerika Serikat, Jepang, Brazil, Bangladesh, Jerman dan Turki.

Laporan itu juga mencatat, hanya lima persen dari populasi dunia terlidung oleh undang-undang nasional anti-rokok yang komprehensif. Sedangkan setengah populasi lainnya — dua pertiganya hidup di negara berkembang — bahkan tidak memiliki data minimal tentang penggunaan tembakau.

“Di banyak negara, penggunan tembakau lebih tinggi di antara warga miskin daripada yang kaya. Dan yang miskin lebih menderita akibat konsekuensi penyakit yang berkaitan dengan tembakau sehingga menimbulkan penderitaan secara ekonomi dan mengabadikan siklus kemelaratan dan penyakit,” kata laporan itu

Menurut data, oenggunaan tembakau saat ini telah menyebabkan dunia mengeluarkan biaya ratusan miliar dolar AS setiap tahunnya. Di negara AS sendiri, kerugian ekonominya diperkirakan mencapai sekitar 92 milar dolar AS per tahun.

Aeon
sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1763894-satu-miliar-orang-meninggal-akibat/

Dukung juga: Kontes SEO Bertuah

Kegiatan Baru (21 Februari 2009)


Baru pertama anak2 KIR 25 Bisa ngadain Kegiatan d Lab Komputer,,,
Biasanya mah d Kelas atau di Lab IPA aja, Moga aj bisa Terus ngadain kegiatan di Lab Komputer. Bisa Internetan GRATIS. Haha,,
Tp kegiatannya juga ad Manfaatnya Lho.

Hari ini, Qta mau nyari bahan buat kegiatan seminar penelitian, Lomba, trus buat ngupdate blog.

(Alfi)

Dukung juga: Kontes SEO Bertuah

Senin, 19 Januari 2009

PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO)

PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) MENGGUNAKAN RAGI TAPE

A. Tujuan

Tujuan dari percobaan ini adalah membuat virgin coconut oil (VCO) dengan menggunakan ragi tape.

B. Dasar Teori

VCO adalah minyak kelapa yang diproses dari kelapa segar dengan atau tanpa pemanasan dan tidak melalui pemurnian dengan bahan kimia. Dibandingkan dengan minyak kelapa yang diolah secara tradisional, VCO memiliki keunggulan, yaitu kadar air dan asam lemak bebas rendah, tidak berwarna (bening), beraroma harum, dan daya simpan lebih lama. Dalam perkembangannya VCO telah dimanfaatkan sebagai bahan baku farmasi, kosmetik, dan pangan.

Saat ini telah berkembang pengolahan VCO tanpa pemanasan dengan menggunakan minyak pancing sebagai starter. Dengan cara ini harus disediakan dahulu minyak pancing. Petani yang baru pertama kali mengolah VCO biasanya sulit memperoleh minyak pancing. Oleh karena itu, perlu dicari cara lain yang lebih mudah untuk memecahkan emulsi santan/krim melalui proses fermentasi tanpa menggunakan minyak pancing.

Ragi tape yang biasanya digunakan dalam pembuatan tape, berpeluang digunakan dalam pengolahan VCO karena ragi tape mengandung mikroflora seperti khamir yang dapat menghasilkan lipase untuk memecah emulsi santan. Dengan demikian, selama proses fermentasi akan terjadi pemutusan ikatan kimia. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari teknik pembuatan VCO dengan menggunakan ragi tape. (Goniwala Elfianus, 2008)

Manfaat dari VCO diantaranya adalah meningkatkan daya tahan terhadap penyakit serta mempercepat proses penyembuhan. Manfaat tersebut ditimbulkan dari peningkatan metabolisme dari penembahan energi yang dihasilkan, sehingga mengakibatkan sel-sel dalam tubuh bekerja lebih efisien. Mereka membentuk sel-sel baru serta mengganti sel-sel yang rusak dengan lebih cepat. VCO di dalam tubuh menghasilkan energi saja tidak seperti minyak sayur yang berakhir di dalam tubuh sebagai energi, kolesterol, dan lemak. (Hana Timoti, 2005)

C. Alat dan Bahan

1. Alat

· Gelas kimia 1 L

· Saringan Kelapa

2. Bahan

· Kelapa Tua

· Air

· Ragi

D. Langkah Kerja

1. Penyiapan Bahan Baku

· Siapkan buah kelapa tua yang berumur 11-12 bulan (kulit sabut berwarna coklat)

2. Pembuatan Santan

· Buah kelapa digiling halus

· Buah kelapa yang telah digiling ditambahkan air dengan perbandingan 1:2.

· Kemudian disaring untuk menghasilkan santan

3. Pemisahan Krim

· Santan yang diperoleh dituangkan pada gelas kimia 1L dan didiamkan selama 2 jam.

· Selama pendiaman santan tersebut akan terbagi menjadi tiga lapisan, yaitu lapisan atas berupa krim (kaya minyak), lapisan tengah berbentuk skim (kaya protein), lapisan bawah berupa endapan.

4. Pembuatan Starter Ragi

· Skim kelapa 450 mL dicampur dengan air kelapa 50 mL, kemudian ditambah ragi tape 2 gr.

· Lalu didiamkan pada suhu kamar selama 12 jam.

5. Pencampuran Krim dengan Starter Ragi Tape

· Buat krim dari santan (dengan perbandingan 1:1), kemudian dicampur dengan starter ragi tape 20%.

· Campuran diaduk homogen, kemudian dituang pada gelas kimia 1 L dan didiamkan selama 8-10 jam. (selama proses pendiaman, campuran akan terpisah menjadi 3 lapisan, yaitu minyak (lapisan atas), blondo berwarna putih (lapisan tengah), dan air (lapisan bawah).

· Kemudian minyak didekantasi sehingga terpisah dari blondo dan air

6. Penyaringan Minyak

· Minyak hasil dekantasi disaring dengan kertas saring.

E. Referensi

Elfianus, Goniwala .(2008). Teknik Pengolahan Virgin Coconut Oil Menggunakan Ragi Tape. Buletin Teknik Pertanian Vol. 13 No.2, 2008.

Timoti, Hana. (2005). Aplikasi Teknologi Membran Pada Pembuatan Virgin Coconut Oil. PT. NAWAPANCA ADHI CIPTA.


Dukung juga: Kontes SEO Bertuah