Tampilkan postingan dengan label EXPERIMENT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EXPERIMENT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Mei 2010

Cara membuat bom asap sederhana

Membuat Bom Asap Sederhana
Bahan yang diperlukan :
1. Inti
- Potassium Nitrat / Kalium Nitrat (KNO3 / Sendawa Dapur).
- Glukosa (gula pasir) / Fruktosa (tapi gw blum pernah pake fruktosa).
2. Mantel
- Alumunium foil.
- Baking Powder (untuk mendinginkan kalor).
3. Selubung
- Kaleng besi bekas susu kental manis.
4. Sumbu
- Karbit.

Alat :

1. Pakaian Laboratorium lengkap dengan masker dan sarung tangan karet.
2. Gunting.
3. Korek api (apa ajah).
4. Timbangan Elektrik.
5. Sendok makan.
6. Lilin.
7. Panci ukuran kecil.

Cara kerja :

1. Campurkan KNO3 500 gr, dan gula pasir 300 gr pada panci kecil.
2. Masak dengan lilin dan aduk dengan sendok (diaduk teruz jgn berhenti,coz klo brhnti bsa terbakar) dengan amat hati-hati,hingga berwarna coklat caramel.
3. Lapisi af dengan baking powder dengan agak tebal.
4. Gunting alumunium foil (af )membentuk lingkaran dengan diameter 10 cm (kalo mau tau rumus luas lingkaran neeh: phi.r^2)
5. Langsung tuang larutan tersebut ke atas af dengan cepat sebelum larutan mengental, lalu bungkus.
6. Tancapkan karbit pada larutan dalam bungkus af.
7. Masukkan af ke dalam kaleng bekas lalu tunggu no resep ampe beku/mengeras.
8. Bakar karbit.
9. lalu lempar (klo u g mau lempar taro di tempat yang u pengen) lalu.
10. KABUUUUUUUUURRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!…

tambahan:
Kalo mo jail pake irisan cabe rawit yank halus sbanyak 10 biji, dicampur saat pemasakan, tapi inget lu harus pake google (kacamata paralayang)
kami tidak bertanggung jawab atas kejadian yang tidak diinginkan.

Sabtu, 06 Maret 2010

Pembuatan Alkohol Dalam Skala Produksi

Halaman ini menjelaskan tentang pembuatan alkohol dalam skala produksi dengan metode hidrasi langsung alkana, dengan sebagian besar berfokus pada hidrasi etena untuk membuat etanol. Selanjutnya, metode ini dibandingkan dengan pembuatan etanol melalui proses fermentasi.

Rabu, 10 Februari 2010

Trembesi Serap 28 Ton CO2


Trembesi (Albizia saman sinonim Samanea saman) disebut juga Pohon Hujan atau Ki Hujan merupakan tumbuhan pohon besar dengan ketinggian hingga 20 meter dan tajuknya yang sangat lebar. Pohon Trembesi (Ki Hujan) mempunyai jaringan akar yang luas sehingga kurang cocok ditanam di pekarangan karena bisa merusak bangunan dan jalan.

Akhir-akhir ini pemerintah, dalam rangka gerakan one man one tree menggalakkan penanaman pohon Trembesi (Ki Hujan) di seluruh wilayah Indonesia karena diyakini dari satu batang Trembesi dewasa mampu menyerap 28 ton karbondioksida (CO2) pertahunnya. Bahkan di Istana Negara, terdapat 2 batang pohon Trembesi yang ditanam oleh presiden pertama RI, Ir. Soekarno yang masih terpelihara dengan baik hingga kini.

Pohon Trembesi (Albizia saman) disebut juga sebagai Pohon Hujan atau Ki Hujan lantaran air yang sering menetes dari tajuknya karena kemampuannya menyerap air tanah yang kuat. Di beberapa daerah di Indonesia tanaman pohon ini sering disebut sebagai Kayu Ambon (Melayu), Trembesi, Munggur, Punggur, Meh (Jawa), Ki Hujan (Sunda).

Dalam bahasa Inggris pohon ini mempunyai beberapa nama seperti, East Indian Walnut, Rain Tree, Saman Tree, Acacia Preta, dan False Powder Puff. Di beberapa negara Pohon Trembesi ini disebut Pukul Lima (Malaysia), Jamjuree (Thailand), Cay Mura (Vietnam), Vilaiti Siris (India), Bhagaya Mara (Kanada), Algarrobo (Kuba), Campano (Kolombia), Regenbaum (Jerman), Chorona (Portugis)

Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari Meksiko, Peru dan Brazil namun sekarang telah tersebar ke seluruh daerah beriklim tropis termasuk ke Indonesia.

Ciri-ciri Pohon Trembesi. Pohon Trembesi (Ki Hujan) mempunyai batang yang besar, bulat dan tinggi antara 10-20 meter. Permukaan batangnya beralur, kasar dan berwarna coklat kehitam-hitaman.

Daunnya majemuk dan menyirip ganda. Tiap helai daun berbentuk bulat memanjang dengan panjang antara 2-6 cm dan lebar antara 1-4 cm dengan tepi daun rata. Warna daun hijau dengan permukaan licin dan tulang daun menyirip.

Bunga Trembesi berwarna merah kekuningan. Buahnya berwarna hitam berbentuk polong dengan panjang antara 30-40 cm. Dalam buah terdapat beberapa biji yang keras berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 5 mm berwarna coklat kehitaman.

Pemanfaatan Pohon Trembesi. Pohon Trembesi (Albizia saman) banyak ditanam di pinggir jalan dan pekarangan yang luas sebagai pohon peneduh. Oleh Perum Perhutani, Pohon Trembesi banyak ditanam sebagai peneduh di Tempat Penimbunan Kayu (TPK).

Tajuknya yang lebar dan daunnya yang lebat ditambah dengan jaringan akarnya yang luas sehingga mampu menyerap air dengan maksimal, pohon ini dipercaya mampu memberikan kontribusi dalam menanggulangi pencemaran udara dan ancaman pemanasan global. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ir. Endes N. Dahlan, Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, satu batang Pohon Trembesi mampu menyerap 28.442 kg karbondioksida (CO2) setiap tahunnya.

Batang Trembesi dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Bijinya yang biasa disebut “Mindhik” (Siter atau Godril) selain dapat dibuat makanan ringan (semacam kwaci) juga berkhasiat sebagai obat pencuci perut dengan cara diseduh dengan air panas. Daunnyapun ternyata mempunyai khasiat untuk mengobati penyakit kulit.

Sayangnya pohon ini mempunyai jaringan akar yang besar dan luas sehingga sering kali merusak bangunan di sekitarnya. Selain itu tajuknya yang lebar dan daunnya yang rimbun sering kali menghambat pertumbuhan pepohonan lain yang berada di bawahnya.



Referensi: wikipedia, zipcodezoo, www.setneg.go.id

Jumat, 27 November 2009

Pengolahan Limbah Cair Tekstil secara Elektrokoagulasi.

Bahan Lomba......



Judul Percobaan:
Pengolahan Limbah Cair Tekstil secara Elektrokoagulasi.

Tujuan Percobaan:
Percobaan ini bertujuan untuk mengolah limbah cair tekstil secara elektrokoagulasi

Dasar Teori:

Pendahuluan
Kebutuhan akan berpakaian merupakan kebutuhan mendasar yang sangat diperlukan sejak manusia pertama diciptakan. Seiring dengan perkembangan kebudayaan manusia, budaya pakaian dimulai dari pemakaian kulit binatang sampai akhirnya beralih menuju pemakaian tekstil.
Dengan berkembangnya industri tekstil, selain memberikan dampak positif bagi masyarakat juga menimbulkan dampak negatif berupa kerusakan pada lingkungan jika dibiarkan begitu saja tanpa ada pemecahan masalah.
Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan industri tekstil ini adalah dengan dihasilkannya limbah cair dengan kandungan zat yang dapat menyebabkan polusi air, termasuk di dalamnya adalah zat warna yang cukup tinggi. Kandungan zat warna yang cukup tinggi dalam limbah ini berasal dari zat pewarna reaktif untuk pewarnaan kain katun yang tidak mudah melekat di kain dan banyak terbuang sebagai limbah.
Untuk mengatasi permasalahan di atas, perlu dilakukan pengolahan terhadap limbah tersebut sebelum dibuang ke lingkungan sehingga tidak lagi menjadi racun bagi alam. Pada umumnya, pengolahan air limbah dilakukan secara kimia, fisika, dan biologi. Pengolahan secara kimia dan fisika berupa proses koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi. Sedangkan secara biologi, dengan memanfaatkan metode lumpur aktif. Pada proses koagulasi bahan kimia yang sering digunakan pada umumnya adalah senyawa ferro sulfat, ferri klorida, dan alum. Sedangkan pada proses flokulasi digunakan polimer sintetik seperti polielektrolit kationik, polielektrolit anionik, dan polielektrolit nonionik. Polimer-polimer sintetik tersebut sulit dibiodegradasi oleh mikroorganisme.

Prinsip kerja
Prinsip dasar dari elektrokoagulasi adalah reaksi reduksi dan oksidasi (redoks). Dalam suatu sel elektrokoagulasi, peristiwa oksidasi terjadi di elektroda yaitu anoda (+), sedangkan reduksi terjadi di elektroda yaitu katoda (-). Yang terlibat dalam reaksi elektrokoagulasi selain elektroda yaitu air yang diolah, yang berfungsi sebagai larutan elektrolit.
Apabila dalam suatu elektrolit ditempatkan dua elektroda dan dialiri arus listrik searah, maka akan terjadi peristiwa elektrokimia yaitu gejala dekomposisi elektrolit, dimana ion positif (kation) bergerak ke katoda dan menerima elektron yang direduksi dan ion negatif (anion) bergerak ke anoda dan menyerahkan elektron yang dioksidasi.
Untuk proses elektrokoagulasi digunakan elektroda yang dibuat dari aluminium (Al), karena logam ini mempunyai sifat, sebagai koagulan yang baik. Reaksi kimia yang terjadi sebagai berikut:
Rangkaian Alat

Minggu, 22 November 2009

Cahaya Kunang-Kunang


Kunang-kunang termasuk dalam keluarga kumbang dari ordo Coleoptera.Terdapat lebih dari 2000 spesies kunang-kunang yang tersebar di daerah tropis di seluruh dunia. Mereka dapat ditemukan di tempat-tempat lembab, seperti rawa-rawa dan daerah yang dipenuhi pepohonan. Di daerah lembap itulahkunang-kunang menemukan banyak sumber makanan untuk para larva.

Kita mengetahui bahwa kunang-kunang keluar pada malam hari, namun ada juga kunang-kunang yang beraktivitas di siang hari, loh. Mereka yang keluar siang hari ini umumnyatidak mengeluarkan cahaya. Hanya beberapa kunang-kunang yang mampu mengeluarkancahaya bila berada di tempat gelap.

Tapi kenapa, ya, kunang-kunang mengeluarkan cahaya? Bagaimana mereka tahan denganpanas yang ditimbulkan cahayanya? Itulah uniknya kunang-kunang! Cahaya yang mereka hasilkan adalah cahaya tanpa panas yang dinamakan Luminescence. Luminescence pada tubuh kunang-kunang dihasilkan oleh suatu zat bernama Luciferin. Nah, zat Luciferinini bergabung dengan oksigen untuk mengeluarkan cahaya.

tahu tidak, walaupun para ilmuwan sudah dapat membuat jenis cahaya yang sama dengan yang dihasilkan kunang-kunang, para ilmuwan tetap harus mengambil beberapa unsur dari tubuh kunang-kunang, karena para ahli kimia belum dapat membuat zat seperti itu. Hal tersebut masih menjadi misteri alam hingga kini.

Bayi Kunang-kunang

Pada kunang-kunang dewasa, selain untuk memberi peringatan tanda bahaya, cahaya pada tubuhnya berfungsi untuk menarik perhatian pasangannya. Tidak hanya kunang-kunang dewasa, bayi kunang-kunang yang masih berupa larva jugamengeluarkan cahaya. Cahaya pada larva berguna untuk memperingatkan hewan lain yang akan memangsa mereka agar tidak mendekat.

Setelah terjadi perkawinan, kunang-kunang betina akan meletakkan telur-telurnya dibawah permukaan tanah. Telur-telur tersebut akan menetas menjadi larva setelah 3-4 minggu dan akan terus diberi makan hingga musim panas berakhir. Setelah kira-kira 1-2 minggu dari berakhirnya musim panas, larva tersebut akan berubah menjadi pupa, kemudian berubah menjadi kunang-kunang dewasa.

Menjadi Lentera

Seperti pada beberapa hewan lainnya, kunang-kunang juga memiliki arti penting dalambeberapa legenda dan kebudayaan. Dalam mitologi bangsa Maya, kunang-kunang sering dikaitkan dengan bintang. Kunang-kunang juga dianggap mewakili utusandalam kuil-kuil Dewa Maya.

Orang-orang Cina kuno sering memasukkan kunang-kunang dalam sebuah kotak transparan untukkemudian digunakan sebagai lentera. Sementara dalam kebudayaan dan ceritarakyat Jepang, kunang-kunang memiliki arti yang sama besarnya dengan bunga Sakura yang terkenal itu.

jika teman-teman melihat kunang-kunang yang sedang terbang, kunang-kunang tersebut berjenis kelamin jantan. Mengapa begitu? Ya, karena hanya kunang-kunang jantanyang memiliki sayap, sementara para betina melekat di dedaunan dan tanah.

Minggu, 08 November 2009

Kompos Cair


Selama ini kompos banyak dikenal dalam bentuk padat. Kini ada kompos berbentuk cair yang lebih praktis dan mudah dalam penggunaanya.

Pembuatan pupuk kompos adalah pengolahan limbah paling populer, juga paling mudah. Sisa-sisa sampah rumah tangga organik hampir semua dapat dijadikan penyubur tanaman ini. Sederhananya, sampah di timbun dan di balik-balik secara berkala, Lalu tinggal menunggu jadi. Berikut Cara pembuatan pupuk Kompos Cair..

Pembuatan Pupuk Kompos Cair sangat sederahana. Pertam-tama siapkan alat dan bahan sebagai berikut :

* Sabut Kelapa ( 3 Bagian )
* Kotoran Kambing ( 1 Bagian )
* Air Tanah atau Sumur
* Golok
* Karung Plastik berpori-pori besar atau kasa nyamuk
* Ember dengan tutupnya

Cara Pembuatan :

1. Cacahlah sabut kelapa sampai menjadi potongan-potongan kecil, dengan ukuran kira-kira 3 x 3 cm. Pencacahan tersebut dilakukan untuk merangsang sabut untuk mengeluarkan lebih banyak lagi getah. Ini ditandai dengan munculnya aroma khas kelapa dari cacahan serabut tadi.
2. Masukkan potongan serabut tadi ke dalam karung. Ikat bagian atas karung. Langkah ini dilakukan karena sabut dan karung masih digunakan untuk pembuatan pupuk kompos cair sekali lagi.
3. Rendamlah karung tersebut kedalam ember berisi air. Tingginya air disesuaikan dengan banyaknya sabut. Usahakan semua bagian sabut terendam air. Tambahkan kotoran kambing ke dalam ember.
4. Tutup rapat ember tersebut, dan diamkan selama seminggu. Pada umur dua minggu cairan kompos dalam ember dapat digunakan.

Kompos cair yang dihasilkan konsentrasinya masih tinggi. karena itu, sebelum disiramkan ke tanaman, terlebih dulu kompos cair 1 bagian, dan air 3-4 bagian. Pemakainya cukup satu kali seminggu, disiramkan langsung ke media tanaman.

Jumat, 16 Oktober 2009

Kembang Api




kembang api Pernahkah kamu melihat pertunjukan kembang api? Siapa sih yang tidak suka melihat pertunjukkan kembang api yang penuh dengan kemilau warna-warni cahaya dengan berbagai bentuk?

Dalam hati kamu pasti sempat bertanya, bagaimana sih cara kerja dan cara membuat kembang api itu? Kembang api berada dalam golongan “Low Explosive” yang dipergunakan untuk tujuan hiburan. Kembang api diyakini berasal dari China pada abad ke 12 sebagai hasil samping penemuan bubuk hitam (gundpowder) dan pada saat itu dipakai untuk mengusir roh jahat dan mengisi perayaan tahun baru China dan festival bulan.

Kembang api umumnya terbuat dari kertas atau tanah liat berbentuk silinder atau bola. Kembang api berbentuk silinder didalamya kemungkinan terdapat silinder-silinder kertas lagi, dan disusun sedemikian rupa sehingga apabila kembang api tersebut disulut maka akan diperoleh bentuk, warna, dan suara yang diinginkan

kembangapi-1Komposisi Kembang Api

Terdapat 5 komposisi utama kembang api yaitu: Binder, Oksidator, Reduktor, Agen Pemberi Warna, dan Regulator. Fungsi masing-masing dijelaskan sebagai berikut:

Binder
Binder berfungsi untuk agen pengikat sehingga seluruh bahan pembuat kembang api dapat dijadikan campuran berbentuk pasta. Binder yang sering dipergunakan adalah dextrin.

Regulator
Logam biasanya ditambahkan untuk mengatur kecepatan terjadinya reaksi pada kembang api. Semakin besar luas permukaan logam maka semakin cepat reaksi akan berlangsung.

Fuel
Karbon atau thermit umumnya dipakai sebagai fuel pada kembang api. Fuel akan melepaskan elektron pada oksidator. Menyebabkan oksidator tereduksi, selama proses ini berlangsung maka akan terjadi ikatan antara fuel dan oksigen membentuk produk yang lebih stabil, peristiwa pembakaran ini hanya memerlukan sedikit energi agar reaksinya berlangsung, dan ketika proses pembakaran dimulai maka akan dihasilkan energi yang cukup banyak untuk melelehkan dan menguapkan material lain sehingga terjadi percikan api yang menyebabkan terbentuknya cahaya kembang api.

Oksidator
Oksidator diperlukan sebagai penghasil oksigen untuk memulai proses pembakaran. Bahan oksidator yang dipakai biasanya dari golongan nitrat, klorat, ataupun perklorat. Awalnya nitrat dipakai sebagai bahan oksidator dan senyawa yang sering dipakai adalah kalium nitrat. Penguraian kalium nitrat adalah sebagai berikut:

2 KNO3 -> K2O + N2 + 2.5 O2

Tidak semua oksigen dari KNO3 diubah menjadi oksigen, dan reaksi berjalan tidak begitu ekstrim sehingga mudah di control. Hal ini menyebabkan nitrat dipakai sebagai reaksi awal penyulutan kembang api agar kembang api sampai di angkasa.

Untuk mendapatkan reaksi yang ekstrim (dalam arti kecepatan dan menghasilkan panas yang cukup) maka diperlukan oksidator yang lebih kuat dibandingkan nitrat. Ingat agar kembang api dapat menghasilkan kilatan cahaya maka kita harus membuat ion logam agen pemberi warna tereksitasi untuk itulah diperlukan suhu yang tinggi.

Klorat merupakan oksidator yang lebih baik dibandingkan dengan nirat, reaksi yang terjadi sangat ekplosif dan menghasilkan suhu yang tinggi selain itu semua oksigen dalam klorat dapat diubah menjadi oksigen. Memberikan oksigen dengan jumlah yang cukup untuk proses pembakaran pada kembang api.

2 KClO3 -> 2KCl + 3 O2

Sayangnya klorat tidak stabil dan diperlukan penanganan khusus dalam proses pembuatan kembang api, beberapa senyawa klorat dapat meledak ketika dijatuhkan ke tanah. Oleh sebab itu penggunaan klorat digantikan oleh perklorat. Perklorat sekarang banyak dipakai pada industri kembag apai karena stabil dan bereaksi sama ekstrimnya dengan klorat.

KClO4 -> KCl + 2O2

Reduktor
Reduktor bereaksi dengan oksigen yang dihasilkan oleh oksidator membentuk gas yang bertemperatur tinggi dan mengembang dengan cepat. Reduktor yang dipakai biasanya adalah belerang dan karbon.

S + O2 -> SO2

C + O2 -> CO2

Agen Pemberi Warna
Warna kembang api dihasilkan dari pemanasan senyawa logam tertentu. Atom logam menyerap energi yang dihasilkan dari reaksi oksidator dan reduktor diatas dan kemudian dia melepaskan energi itu kembali dalam bentuk cahaya dengan warna tertentu.

Energi yang diserap menyebabkan electron logam melompat dari tingkat energi standarnya ke tingkat energi yang lebih tinggi, dinamakan dengan istilah tereksitasi kemudian electron terebut kembali ke tingkat energi semula dengan membebaskan energi cahaya dengan panjang gelombang tertentu.

Ion logam yang dipakai untuk memberi warna pada kembang api diantaranya adalah:

Merah:
Garam stronsium atau garam lithium. Contohnya adalah litium karbonat Li2CO3 yang memberikan warna merah dan Stronsium karbonat yang memberikan warna merah cerah.

Oranye
Garam kalsium contohnya kalsium klorida CaCl2

Kuning
Garam natrium contohnya natrium lorida NaCl.

Hijau
Garam barium atau senyawa yang dapat menghasilkan gas Cl2. Contoh garam bariumnya adalah BaCl2.

Biru
Senyawaan tembaga contohnya tembaga(I) klorida CuCl.

Ungu
Campuran antara garam stronsium dan garam tembaga. Karena stronsium memberikan warna merah dan tembaga memberikan warna biru maka campuran kedua garam ini akan menghasilkan warna ungu.

Putih/Silver
Logam magnesium, titanium, ataupun aluminium.

Mengapa kita selalu melihat percikan kembang api terlebih dahulu kemudian baru suara ledakkannya?

Hal ini terjadi dikarenakan kecepatan cahaya lebih cepat satu juta kali dibandingkan dengan kecepatan suara. Jika kamu melihat kembang api yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari tanah tempatmu berdiri maka diperlukan sekitar 3 detik untuk mendengar suara ledakan kembang api setelah kamu melihat percikan cahaya kembang api tersebut.

Referensi:

http://en.wikipedia.org/wiki/Fireworks

http://scifun.chem.wisc.edu/CHEMWEEK/fireworks/fireworks.htm

http://www.ch.ic.ac.uk/local/projects/gondhia/composition.html

http://www.pyrouniverse.com/consumer/howtheywork.htm

Sabtu, 21 Maret 2009

Pembuatan Ekstrak Kompos Kulit Singkong

Pupuk merupakan zat yang ditambahkan pada tumbuhan agar berkembang dengan baik. Pupuk dapat dibuat dari bahan organik maupun bahan anorganik. Salah satu contoh dari pupuk organik adalah pupuk kompos. Pupuk kompos merupakan hasil penguraian bahan organik. Proses penguraiannya dapat dipercepat oleh mikroorganisme.

Kulit singkong dapat diproses menjadi pupuk organik yang kemudian disebut dengan pupuk kompos. Menurut penelitian (Akanbi, 2007) kompos kulit singkong bermanfaat sebagai sumber nutrisi bagi tumbuhan dan berpotensi sebagai insektisida tumbuhan. Penggunaan pupuk kompos kulit singkong ini, memiliki banyak keuntungan diantaranya adalah mengurangi permasalahan limbah dan meningkatkan nilai jual dari kulit singkong itu sendiri karena digunakan sebagai pupuk.

Pemberian pupuk melalui penyemprotan adalah suatu cara yang efektif untuk memperbaiki kekurangan dan ketidakmampuan tanah untuk memindahan nutrisi ke tanaman. Oleh karena itu, pupuk kompos yang telah dibuat kemudian di ekstrak menggunakan air yang kemudian ekstrak tersebut dinamakan ekstrak kompos kulit singkong.



Cara pembuatan ekstrak kompos kulit singkong (Akanbi, 2007):

Berdasarkan hasil penelitian (Akanbi, 2007), pupuk kompos dapat dibuat ke dalam bentuk ekstrak kompos (cair). Aplikasi dari penerapan ekstrak kompos tersebut digunakan dalam bentuk penyemprotan pada daun tanaman telfairia occidentalis. Ekstrak dari pupuk kompos tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi dan insektisida tumbuhan bagi tanaman telfairia occidentalis. Dalam semua perbandingan pengenceran, perbandingan 1: 2 (v/v) (1 bagian dari ekstraks kompos dengan 2 bagian volume air) secara konsisten lebih baik dari perbandingan lainnya. Pengerumunan hama serangga lebih banyak pada perlakuan tanaman yang tidak disemprot dengan salah satu dari ekstrak kompos.

Referensi:

Akanbi, et al. (2007). “The Use of Compost Extract as Foliar Spray Nutrient Source and Botanical Insecticide in Telfairia occidentalis”. World Journal of Agricultural Sciences. 3, (5), 642-652.





YOGURT

YOGURT merupakan susu yang difermentasikan dengan bantuan bakteri Streptococcus thermopillus dan Lactobacillus bulgaricus jika diinkubasikan pada suhu tertentu. Banyak metode yang digunakan dalam pembuatan susu asam ini, dari cara yang paling konvensional sampai menggunakan teknologi mutakhir. Namun, pada kesempatan ini, KIR SMAN 25 Bandung mengajak Anda untuk membuat yogurt dengan cara yang paling mudah.

Pertama..
Kita siapkan bahan dan alat yang kita butuhkan, diantaranya:
1. Toples
2. Air panas
3. Panci
4. Termometer
5. Bibit yogurt (biakan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermopillus)
6. Inkubator
7. Lemari Es
8. Susu Murni

Kedua..
1. Siapkan toples.
2. Panaskan air sebanyak kapasitas toples.
3. Tuangkan air panas ke dalam toples (tujuannya untuk sterilisasi toples), kemudian tutup toples.
4. Tuangkan susu ke dalam panci, kemudian panaskan di atas api kecil sambil terus diaduk (jangan pernah berhenti mengaduk) agar susu tidak pecah.
5. Jika sudah mencapai suhu 65 derajat Celcius, matikan api.
6. Buanglah air yang ada di dalam toples, kemudian masukkan susu.
7. Dinginkan susu dengan cara merendam toples di air dingin.
8. Setelah dingin, masukkan bibit yogurt dengan takaran 10% dari takaran susu.
9. Masukkan susu yang telah diberi bibit yogurt ke dalam inkubator.
10. Atur suhu inkubator. Semakin panas suhu inkubator, semakin cepat pula yogurt dihasilkan.

Note:
1. KIR SMAN 25 Bandung membeli bibit yogurt di ITB. (kalau ada yang tahu cara buatnya, tolong beritahu ya?? let's share !!)
2. Jika diinkubasikan dengan suhu 25 derajat celcius, maka memerlukan waktu 24 jam. Sedangkan jika diinkubasikan dengan suhu 43 derajat celcius, maka diperlukan waktu 8 jam saja.
3. Jika tidak memiliki inkubator, maka Anda dapat membuatnya dari kardus bekas mi instan yang dilapisi alumunium foil. Gunakan bola lampu 65 watt (untuk suhu 43 derajat).

SELAMAT MENCOBA !!!

fina.indica

Minggu, 01 Maret 2009

Pembuatan Kitosan untuk Penjernihan Air dari Cangkang Udang

Udang merupakan anggota filum Arthropoda, sub filum Mandibulata dan tergolong dalam kelas Crustacea. Seluruh tubuh terdiri dari ruas-ruas yang terbungkus oleh kerangka luar atau eksoskeleton dari zat tanduk atau kitin dan diperkuat oleh bahan kapur kalsium karbonat. Dalam limbah udang, terkandung suatu biopolimer yang disebut kitin (poli-N Asetil Glukosamin). Deasetilasi kitin akan menghasilkan senyawa yang lebih potensial, yaitu kitosan atau poli [β-(1-4)-2-amino-2-deoksi-D-glukopiranosa] atau D glukosamina, dengan derajat deasetilasi tertentu. Kitosan banyak sekali pemanfaatannya, seperti pada bidang farmasi, kesehatan, pertanian dan industri. Kitosan juga dapat digunakan sebagai koagulan dan flokulan dalam pengolahan air (Mu’minah, 2008)





Proses isolasi kitin dari kulit udang secara garis besar dapat dibagi menjadi dua, demineralisasi (penghilangan mineral) dan deproteinasi (penghilangan protein). Jika kitin diproses selanjutnya menggunakan larutan basa pekat maka akan dihasilkan produk baru yaitu kitosan. Secara kimia, kitin dan kitosan dapat dianggap sebagai turunan selulosa dengan gugus hidroksil pada atom C-2 selulosa digantikan oleh gugus asetamida dan amina bebas. Jika gugus hidroksi pada atom C-2 selulosa digantikan oleh gugus asetamida, maka senyawa yang terbentuk adalah kitin. Tetapi jika gugus hidroksi pada atom C-2 selulosa digantikan oleh gugus amina bebas maka senyawa yang terbentuk adalah kitosan (Mia, 2007).

Gambar Struktur Selulosa, Kitin, dan Kitosan


Kitosan yang memiliki gugus amina yaitu adanya unsur N bersifat sangat reaktif dan bersifat basa. Prinsip koagulasi kitosan adalah penukar ion dimana garam amina yang terbentuk karena reaksi amina dengan asam akan mempertukarkan proton yang dimiliki logam pencemar dengan elektron yang dimiliki oleh nitrogen (N). Kitosan merupakan salah satu contoh dari polielektrolit. Polielektrolit merupakan bagian dari polimer khusus yang dapat terionisasi dan mempunyai kemampuan untuk membuat terjadinya suatu flokulasi dalam medium cair (Agus, et al, tanpa tahun). Pemanfaatan kitosan didalam pengolaha air disebabkan senyawa ini berperan sebagai senyawa pengkhelat untuk pemisahkan logam berat dari larutannya (Mu’minah, 2008).


Berikut ini Merupakan Cara Pembuatan Kitosan (Mu’minah, 2008):

  • Sampel Limbah Udang

Sampel limbah udang kering yang terdiri dari bagian kulit badan di haluskan.

  • Isolasi Kitin dari Limbah Udang
  • Penghilangan Protein

Pada tahap ini protein dari limbah udang dipisahkan dengan cara memasukkan 50 g bubuk limbah udang ke dalam 500 mL larutan NaOH 3,5 % b/v dan dipanaskan pada suhu 650 C selama 2 jam sambil terus diaduk menggunakan pengaduk magnetik. Selanjutnya campuran ini didinginkan dan disaring dengan penyaring kain. Residu yang telah disaring, dicuci dengan air sampai netral kemudian dibilas dengan aquades. Residu netral yang merupakan kitin kasar dikeringkan dalam oven dengan suhu 650 C selama 24 jam dan ditimbang.

  • Penghilangan Mineral

Limbah udang yang telah dihilangkan proteinnya dimasukkan ke dalam larutan HCl 1 M pada suhu kamar dengan perbandingan 1:15 b/v selama 1 jam. Kitin kasar dimasukkan kedalam larutan secara perlahan. Proses pengadukan dilakukan di atas pengaduk magnetik. Hasil reaksi disaring dengan menggunakan penyaring kain. Residu yang disaring dicuci dengan air sampai netral kemudian dibilas dengan menggunakan aqua dm. Residu netral yang merupakan kitin kasar, dikeringkan dalam oven dengan suhu 650 C selama 24 jam dan ditimbang.

  • Pembuatan Kitosan

Kitin hasil isolasi dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi larutan NaOH 50% b/v selama 4 jam pada suhu 1000 C dengan perbandingan 1:10 b/v. Campuran tersebut diaduk dengan menggunakan pengaduk magnetic, suhu diusahakan konstan. Hasil ekstrak kitin disaring menggunakan penyaring kain. Residu yang merupakan kitosan, dicuci dengan air sampai netral dan dibilas menggunakan aquades. Kitosan dikeringkan dalam oven dengan suhu 650 C selama 24 jam.



Gambar Diagram Alir Pembuatan Kitosan



Referensi:

1. Agus Widodo, Mardianh, dan Andy Prasetyo. Potensi Kitosan dari Udang sebagai Koagulan Logam Berat Limbah Cair Industri Tekstil. Jurusan Teknik Kimia, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

2. Mu’minah. Aplikasi Kitosan sebagai Koagulan untuk Penjernihan Air Keruh. Tesis Program Studi Kimia ITB 2008.

3. Mia Ledyastuti. Sintesis dan Karakterisasi Membran Berbasis Kitosan dalam Aplikasi Fuel Cell. Tesis Program Studi Kimia ITB 2007.

Sabtu, 21 Februari 2009

Cara Membuat Biodiesel dari Minyak Jelantah

Energi alternatif yang berasal dari sumber energi dapat diperbarui salah satunya biodiesel. Biodiesel sudah dapat di dapatkan di POM tempat penjualan dengan sebutan “biosolar”. yaitu campuran solar dengan biodiesel. Bagi kita yang ingin mulai menggunakan energi alternatif, membuat sendiri biodiesel mungkin bisa menjadi sebuah awal yang baik.

Langkah kita dapat membuat biodiesel dari minyak jelantah, selain mudah didapatkan, minyak jelantah murah karena kita tidak perlu untuk membelinya. Kita memperoleh bahan baku biodiesel minyak jelantah dari hasil limbah rumah tangga. Tentu saja langkah awal adalah mengumpulkan minyak jelantah yang diperoleh dari dapur rumah kita

Bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan untuk membuat biodiesel dari minyak jelantah diperlukan bahan-bahan lain seperti methanol 99 persen dan soda api (NaOH) dengan peralatan ember plastik, gelas ukur, panci, kompor, sarung tangan karet, timbangan, pompa udara akuarium, kain katun tipis untuk penyaring, dan selang.

Langkah-langkah yang harus dilakukan :

1. Bahan pelarut (metoxida) dibuat dengan mencampurkan 900 ml methanol dan 21 gram NaOH hingga larut selama 15 menit

2. Campurkan metoxida ke dalam ember berisi 3 liter minyak jelantah dan aduk memakai sendok plastik selama 30 menit atau campuran sudah rata

3. Biarkan 4-12 jam sampai terjadi pengendapan

4. Pengendapan ditandai dengan dua lapisan berbeda warna dengan lapisan gelap berada di bawah yang disebut crude gliserin, sedangkan lapisan atas berwarna bening, crude BD

5. Pisahkan crude biodisel dari crude gliserin lalu masukkan ke ember untuk dicuci dengan cara mencampurkan air bersih sebanyak dua liter.

6. Pompakan udara melalui pompa udara akuarium dan biarkan beberapa saat sehingga muncul warna putih susu

7. Pisahkan crude biodiesel yang berwarna kuning dengan air warna putih melalui selang

8. Biodiesel yang telah bening dimasukkan ke panci lalu panaskan hingga 100 derajat beberapa menit agar air dan sisa methanol menguap.

9. Biodiesel yang telah dipanaskan dan didinginkan dapat langsung dipergunakan untuk mobil maupun mesin diesel industri

Langkah-langkah diatas dapat menggunakan peralatan seadanya di rumah, jika tidak ada dapat disubsitusi dengan peralatan yang sejenis. Pembuatan biodiesel sanagt mudah, sehingga dapat dilakukan dirumah. Selamat Mencoba!


sumber http://itgossips.com/cimie/cara-membuat-biodiesel-dari-minyak-jelantah/


(gigih -frank- )

roket air


water roketBaru-baru ini, udah agak lama ding!! FMIPA UNS gelar lomba roket air untuk SMP se Solo Raya. meriah memang acara yang diadakan di depan rektorat UNS ini pada hari sabtu, tanggalnya lupa tapi yang jelas dilaksanakan bulan november kemarin dalan rangka dies natalis FMIPA UNS yang 12 kali. Seru….. banget dech. tapi ngomong-ngomong bagaimana to cara membuat water roket niii tak carikan dari berbagai sumber… cukuo sederhana. Meskipun kalo secara prinsip dan perhitungan fisikanya pasti njimet…pusing kalo harus ngitung tekanan, jarak maksimum, banyak air dll.

Langsung aja dech ni caranya : Pada dasarnya, prinsip kerja water rocket adalah botol akan meluncur bila botol diberi tekanan udara yang tinggi (dari pompa) dan di dalamya diberi sedikit air (1/4 -1/3 volume botol) untuk menghasilkan tenaga semburan yang lebih besar. Terlalu banyak air juga akan mengurangi daya dorong. Sedangkan bila tidak menggunakan air botol tetap bisa meluncur tetapi tidak bisa tinggi. Daya dorong akan lebih kuat lagi bila air dicampur dengan sedikit sabun/deterjen/segala sesuatu yang bisa menghasilkan busa.

cara mudah bikin roket air (water rocket)

Bahan roket air :
1. botol aqua bekas 1500 ml/600 ml
2. polyfoam
atau sterofoam (gabus)
3. double tape
4. isolasi
5. kertas tebal (BC, ivory) ukuran 20 x 15 cm
Cara membuat :
1. Botol dibersihkan
2. Stiker botol dikelupas, lingkaran biru di leher botol dibuang
3. Ukur keliling bagian di atas leher botol, bagi empat bagian sama rata tandai dengan ballpoint (untuk panduan menempelkan sirip roket)
4. Potong gabus menjadi segitiga tidak sama sisi ukuran 10.5 x 9.5 x 4 cm, sudut 90 derajat sebanyak 4 buah, lapisi sirip dengan isolasi agar tidak mudah pecah
5. masing-masing tempeli dengan double tape pada bagian sisi terpanjang
6. tempelkan di botol yang sudah ditandai dengan ballpoint. pastikan posisi sirip lurus ke atas dan tidak miring (agar roket bisa meluncur dengan tegak )
7. agar sirip menempel lebih kuat, lapisi dengan isolasi pada pertemuan antara gabus sirip dengan botol pada setiap sisinya. atau bisa juag dengan ditetesi lem bakar
8. Langkah selanjutnya membuat kerucut di ujung roket agar roket lebih dinamis Kertas tebal dibentuk kerucut, di beri isolasi, kemudian dipotong melingkar
9. tempelkan kerucut di pantat botol, pastikan ujungnya tidak menceng, tetapi tegak lurus ke atas beri pemberat (di dalam kerucut) berupa kerikil 3 biji (atau bahan lainnya) rekatkan kerucut pada botol dengan isolasi sampai benar-benar kuat dan semua permukaan kerucut dilapisi dengan isolasi.
10. untuk mempermanis penampilan, badan roket diberi warna bisa di cat warna-warni atau di tempeli isolasi warna warni. usahakan tidak menggunakan aksesoris pita/kertas krep karena bisa mengurangi daya luncur roket.(roket tidak bisa tinggi)

roket siap diluncurkan
tips : untuk meluncurkan roket, air bisa diberi warna agar tampak lebih menarik air dicampur sedikit sabun/deterjen agar daya dorong roket lebih kuat

tinggal membuat peluncurnya

ada banyak jenis peluncur roket air. dari yang paling sederhana sampai yang canggih. mulai dari modelnya,bahannya, cara kerjanya, dan sebagainya kualitas peluncur sangat berpengaruh pada jarak tempuh roket ataupun ketepatan pada sasaran sewaktu roket ditembakkan. berikut langkah-langkah membuat peluncur sederhana

bahan :
- pot bunga
- wadah negatif film
- klep / dop ban dalam sepeda/motor

alat :
- lem bakar / hot glue
- cutter / gunting
cara membuat :
- lubangi pot di bagian tengahnya
- lubangi wadah negatif film di tengahnya
- masukkan klep/dop ke wadah negatif film dari dalam
- beri lem bakar
- masukkan ke pot
- kunci dengan ring yg tersedia
peluncur siap dipakai.
Peluncur ini akan meluncurkan roket secara otomatis ketika tekanan udara yang diberikan telah maksimum

sumber http://rudi.staff.uns.ac.id/2008/12/16/bagaimana-buat-water-roket-fmipa-uns-gelar-lomba-roket-air-se-solo-raya-lho/

(gigih -frank schultz- )

Dukung juga: Kontes SEO Bertuah

PESTISIDA NABATI !!

- ALAT DAN BAHAN : -ubi gadung
-deterjen
-alkohol 70%
-air
-botol aqua bekas
-parutan



-CARA PEMBUATAN : Parut ubi gadung dan sirami air, lalu peras hingga sari ubi gadung tersebut terbawa oleh air. masukkan ke dalam aqua bekas dan campurkan dengan 1gr deterjen, 1gr alkohol 70%. setelah itu diamkan hingga 1hari 1 malam.



-UJI COBA :Semprotkan pestisida yang sudah di diamkan pada lalat atau ulat, maka beberapa menit kemudian lalat atau ulat tersebut akan mati.


source BY: GANJAR&father ^^

Dukung juga: Kontes SEO Bertuah